Polres Lembata Kawal Aksi Penyampaian Aspirasi FOKAL, Berlangsung Aman dan Damai.
LEMBATA – Polres Lembata bersama TNI dan Satpol PP melaksanakan pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan Front Keadilan Rakyat Lembata (FOKAL), Senin (28/9/2026).
Aksi yang diikuti sekitar 300 orang tersebut menyampaikan sejumlah aspirasi terkait berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, di antaranya transparansi penggunaan anggaran daerah, kebijakan ekonomi, keberadaan retail modern, perlindungan UMKM, pelayanan transportasi serta perbaikan fasilitas penyeberangan.
Massa aksi berkumpul sejak pukul 09.00 WITA di Taman Swaolsa Tite, Kelurahan Lewoleba, Kecamatan Nubatukan. Sekitar pukul 10.30 WITA, massa kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Lembata sambil menyampaikan orasi di sepanjang perjalanan.
Setibanya di depan Kantor DPRD Kabupaten Lembata, para peserta menyampaikan aspirasi melalui orasi. Dalam penyampaiannya, massa antara lain meminta klarifikasi mengenai penggunaan dana transfer daerah sebesar Rp3 miliar, mendorong DPRD membentuk Panitia Khusus (Pansus), meminta klarifikasi terkait surat somasi, serta menyampaikan aspirasi mengenai evaluasi izin retail modern dan perlindungan bagi kios rakyat, pedagang kecil dan pelaku UMKM.
Untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, personel Polres Lembata melakukan pendekatan persuasif melalui tim negosiator. Polri berupaya membuka ruang komunikasi antara peserta aksi dengan pihak DPRD dan Pemerintah Kabupaten Lembata agar aspirasi masyarakat dapat disampaikan melalui mekanisme dialog.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Perwakilan massa kemudian diterima untuk mengikuti audiensi bersama DPRD Kabupaten Lembata. Dalam audiensi tersebut, pihak DPRD menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan serta menyatakan aspirasi tersebut akan menjadi bahan masukan bagi lembaga legislatif.
Selanjutnya, sekitar pukul 12.30 WITA, massa bergeser menuju Kantor Bupati Lembata. Audiensi kembali dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Lembata. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan massa menyampaikan sejumlah aspirasi, termasuk persoalan UMKM, transportasi, harga bongkar muat, kelistrikan, serta sektor nelayan, tani dan ternak.
Pemerintah Kabupaten Lembata kemudian memberikan tanggapan terhadap sejumlah aspirasi yang disampaikan. Bupati Lembata juga menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang berlangsung tertib dan damai serta mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Lembata menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu takut untuk memberikan kritik kepada pemerintah. Hal tersebut menjadi bagian dari proses penyampaian aspirasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.
Polres Lembata mengedepankan pendekatan humanis, persuasif dan dialogis dalam mengawal setiap kegiatan penyampaian pendapat masyarakat. Pengamanan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara tertib sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban umum.
Melalui pengamanan yang profesional serta komunikasi yang baik antara aparat keamanan, peserta aksi dan pemerintah daerah, kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara kondusif tanpa adanya tindakan anarkis.
Polri hadir untuk mengawal masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, sekaligus menjaga situasi Kabupaten Lembata tetap aman, damai dan kondusif.

Humas Polres Lembata - NTT


