Perkuat Sinergi Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, Kapolres Lembata Sambangi Bandara Wunopito.

Perkuat Sinergi Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, Kapolres Lembata Sambangi Bandara Wunopito.

LEMBATA – Memperkuat sinergitas antarinstansi menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Lembata. Hal tersebut dilakukan Kapolres Lembata AKBP Henman Limbong, S.P., S.I.K., M.H., melalui kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke Kantor Bandara Wunopito, Lewoleba, Selasa (6/10/2026).

Kedatangan Kapolres Lembata disambut hangat oleh Kepala Bandara Wunopito, Sudarmana, bersama jajaran. Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi sekaligus membangun kerja sama yang semakin baik antara Polres Lembata dan pihak Bandara Wunopito.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Lembata didampingi Kasat Intelkam Polres Lembata, Akhmad A. Peuohaq, S.Pd., S.H., S.Ip. Kedua pihak membahas berbagai hal yang berkaitan dengan situasi keamanan, potensi kerawanan serta pentingnya pertukaran informasi secara cepat dalam mendukung kelancaran aktivitas di kawasan bandara.

Kapolres Lembata menekankan bahwa sinergi antara kepolisian dan pihak pengelola bandara sangat diperlukan, mengingat bandara merupakan salah satu fasilitas vital yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan konektivitas Kabupaten Lembata.

“Komunikasi dan koordinasi yang baik antarinstansi sangat penting. Dengan adanya pertukaran informasi secara cepat dan terbuka, setiap potensi gangguan keamanan maupun permasalahan di lapangan dapat diantisipasi sejak dini,” demikian inti pesan Kapolres dalam pertemuan tersebut.

                                                                     

Selain membahas Kamtibmas, pertemuan juga menyoroti kondisi penerbangan di Bandara Wunopito yang untuk sementara belum dapat beroperasi secara normal akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Ile Lewotolok.

Kepala Bandara Wunopito menjelaskan, keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama. Operasional penerbangan masih menunggu perkembangan kondisi erupsi serta hasil pemantauan terhadap sebaran abu vulkanik dari instansi terkait.

Informasi meteorologi dan vulkanologi dari BMKG, Darwin VAAC, Tim Pengamat Gunung Api, serta ERNAP menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan kelayakan dan keamanan operasional penerbangan.

Abu vulkanik sendiri dapat menimbulkan risiko serius bagi penerbangan. Material tersebut dapat mengganggu kinerja mesin pesawat, bahkan berpotensi menyebabkan kehilangan tenaga atau flameout. Selain itu, abu vulkanik juga dapat mengganggu instrumen penerbangan dan mengurangi jarak pandang pilot.

Karena itu, kondisi landasan pacu juga menjadi perhatian penting. Tidak hanya panjang dan daya dukung runway, kebersihan serta bebasnya landasan dari material asing, termasuk abu vulkanik, harus dipastikan sebelum aktivitas penerbangan kembali dilakukan.

Bandara Wunopito sendiri merupakan bandar udara kelas III. Untuk rute Lewoleba–Kupang, waktu tempuh penerbangan diperkirakan sekitar 45 menit, tergantung kondisi cuaca dan situasi operasional penerbangan.

Melalui kunjungan tersebut, Polres Lembata dan pihak Bandara Wunopito sepakat bahwa koordinasi dan komunikasi yang berkelanjutan perlu terus diperkuat, terutama dalam menghadapi situasi yang dapat berdampak terhadap keamanan masyarakat maupun keselamatan penerbangan.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas transportasi udara di Kabupaten Lembata.